PadjiemCDA Bersama Masyarakat Leitimur Selatan; Ide Pengembangan Desa Berbasis IT & Sistem Informasi

Menjelang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2020 yang akan serempak berlangsung dimasing-masing negara anggota ASEAN, termasuk di Indonesia, MEA justru adalah peluang yang sangat besar, tetapi sekaligus menjadi ancaman. Terlebih bagi desa-desa di Indonesia yang sarat akan kekayaan alam tetapi minim SDM untuk mengelolah dan memanajemen untuk kepentingan pembangunan suatu desa. Terkait perihal ini, jika suatu pemerintah desa pada suatu daerah sudah mempersiapkan kelembagaannya dalam menyelenggarakan pelayanan publik (kepada masyarakatnya) yang berkualitas, tentu akan berdampak jamak dalam percepatan pembangunan sebuah daerah, bangsa hingga negara di masa depan. Begitupun dengan kenyataan sebaliknya.

Justru keseriusan negara dalam mencermati banyak aspek untuk mewujudkan pembangunan mulai dari daerah pinggiran dan desa-desa di seluruh Indonesia, terbukti lewat kepemerintahan RI Jokowi hingga saat ini telah mengulirkan dengan cepat ADD (Anggaran Dana Desa) yang lumayan besar untuk membantu desa-desa (atau negeri dalam konteks orang Maluku). Agar sedapat mungkin bisa menjadi desa mandiri, saat memanfaatkan sesuai peruntukan ADD dengan sebaik-baiknya. Agar pertumbuhan ekonomi desa dan sekaligus berdampak positif pada lintas bidang hidup lainnya, yang ideal lewat ADD dapat menstimulus suatu pergerakan pembanguanan yang simultan. Yaitu sekali lagi arah pembangunan negara ini, pondasi dasarnya wajib dibangun mulai dari desa.

Tidak berhenti sampai disitu, pemerintah RI juga memberikan sejumlah Bantuan Pemerintah (BANPER) khusus secara bertahap yang memfokuskan pada percepatan pertumbuhan lintas sektoral di desa (bukan an sich bidang ekonomi saja), yang mana pada tahun 2019 ini ada sejumlah kementerian yang memberikan BANPER kepada desa, termasuk Badan Ekonomi Kreatif Nasional (BEKRAF) di tahun ini turut memberikan bantuan khusus kepada Desa-Desa di Indonesia untuk membangun infrastruktur Teknologi Informasi & Komunikasi. Sehingga menurut telaah kami, lewat program BANPER adalah langkah yang strategis untuk mempercepat pembangunan fondasi dasar infrastruktur TIK bagi Desa-Desa di Indonesia dalam kaitan dengan globalisasi (Pasar Besar) dan MEA 2020 nanti.

Dalam telaah inilah, kemudian mendorong kami sebagai bagian integral dari masyarakat, PADJIEM CDA sebagai salah satu perusahaan lokal yang juga sekaligus sebagai praktisi dibidang pengembang teknologi website dan sistem informasi, berinisiatif turun ke masyarakat untuk membantu mensosialisasikan program pemerintah RI kepada desa-desa di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Karena menurut kami, sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja kesempatan emas ditahun 2019 ini, yang mana ada peluang untuk berpartisipasi dan sekaligus berkompetisi secara bersama-sama untuk meyakinkan pemerintah lewat BANPER khusus pengadaan TIK bagi desa-desa di Indonesia, desa-desa di Kota Ambon juga layak untuk memperoleh bantuan pemerintah, lewat BEKRAF ini.

Tertanggal 14 Januari 2019 kemarin, bertempat di kantor kecamatan Leitimur Selatan setelah kami diberikan kesempatan oleh pak Camat untuk memberikan sosialiasi yang dibawahkan oleh founder PadjiemCDA, Jimmy Pattiasina. Dan puji Tuhan ada apresiasi dan respon positif atas informasi yang kami sampaikan kepada perwakilan dari 8 desa yang ada di kecamatan Leitimur Selatan, yaitu perwakilan dari Desa/Negeri Hutumuri, Rutong, Leahari, Hukurila, Ema, Kilang, Naku, dan Tuni.

Dengan besar harapan, bukan saja ke delapan (8) desa yang ada di Leitimur selatan saja yang berkenan mendengarkan sosialisasi kami dan bisa bertindak aktif atas informasi ini, tetapi lewat posting ini dan moga-moga ada desa lainnya di kota Ambon, di Maluku, dan bahkan di daerah lain, yang bisa dengan tanggap dan proaktif, memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam program BANPER BEKRAF 2019, yang link informasi selengkapnya dapat anda kunjungi DI SINI.

Untuk Petunjuk Teknis BANPER BEKRAF 2019, silahkan Download DI SINI.

Catatan :
Jika ada pihak Pemerintah Desa yang membutuhkan Jasa Konsultan Perencanaan Pengadaan TIK Bagi Desanya, dapat menghubungi Konsultan Kami (PADJIEM CDA) untuk membantu mendampingi Desa anda untuk menjemput peluang BANPER BERKRAF 2019, yang akan berakhir pendaftarannya pada 28 Februari 2019. 

Semoga Bermanfaat Informasi Dari Kami
Salam Kreatif & Sukses Selalu

Bagikan Link Informasi Ini:
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *